Thursday, September 24, 2026
ADOBAD Ajukan Revisi UU Perjudian di Dominika: Dampak dan Tantangan Baru
Finansial

ADOBAD Ajukan Revisi UU Perjudian di Dominika: Dampak dan Tantangan Baru

· 2 mnt baca

Asosiasi Penjudi Toko Olahraga Dominika (ADOBAD) kembali meminta agar Senat meninjau kembali Undang-Undang Perjudian Umum yang dirancang untuk diterapkan di Republik Dominika. Permintaan tersebut muncul setelah Komisi Nasional Balap Kuda (CHN) mengonfirmasi penerbitan 29.100 lisensi untuk pacuan kuda virtual. ADOBAD bersama Asosiasi Nasional Penjudi Toko Olahraga (Asonabade) mengungkapkan bahwa jumlah lisensi yang disetujui jauh melebihi batas yang dianggap wajar.

Persoalan Jumlah Lisensi

Isu ini semakin rumit ketika sebelumnya CHN dituduh telah mengeluarkan lebih dari 70.000 lisensi, sedangkan ketua CHN, Francisco Pavonessa Grullón, menyatakan hanya 29.100 lisensi yang diberikan dari lebih dari 60.000 permohonan. Kekhawatiran ADOBAD adalah bahwa pengakuan angka tersebut oleh CHN dapat mendorong Senat untuk mempertimbangkan revisi yang sedang dalam pembahasan.

ADOBAD dan Kekhawatiran terhadap Perjudian Elektronik

Menurut ADOBAD, jika undang-undang saat ini disetujui, akan ada peningkatan pesat perjudian elektronik dan virtual di Republik Dominika. Ketua ADOBAD mengisyaratkan bahwa jumlah lisensi yang dikeluarkan mencerminkan potensi dampak dari regulasi yang lebih longgar, memunculkan kekhawatiran terhadap casino digital yang dapat diakses oleh anak-anak dan remaja.

Kesimpulan

ADOBAD terus menekan agar Undang-Undang Perjudian Umum dikaji dengan cermat, terutama dalam konteks meningkatnya lisensi dan perkembangan perjudian virtual di negara tersebut. Sebagai organisasi yang peduli dengan dampak sosial dari perjudian, ADOBAD berupaya memastikan bahwa regulasi yang ada dapat mengikuti perkembangan terbaru dalam industri perjudian digital. Dengan bertindak sesuai perkembangan ini, Senat diharapkan dapat membuat keputusan terbaik untuk masa depan regulasi perjudian di Republik Dominika.