Thursday, July 9, 2026
Austria Pertimbangkan Jeda untuk Operator Tak Berlisensi
Regulasi

Austria Pertimbangkan Jeda untuk Operator Tak Berlisensi

· 2 mnt baca

Di sebuah kafe desa di Austria, seorang pria tampak mempertimbangkan apakah akan bertaruh online dengan cepat. Namun, dia mengingat perubahan besar yang sedang terjadi dalam regulasi perjudian online di negara itu. Pemerintah Austria kini giat mendiskusikan peraturan baru terkait iGaming. Koalisi pemerintahan, melibatkan Partai Rakyat (ÖVP), Sosial Demokrat (SPÖ), dan NEOS, sedang menyelesaikan rincian akhir peraturan yang akan mengakhiri monopoli lama di bidang judi online.

Proposal Jeda Waktu bagi Operator Tak Teregulasi

Sebagai bagian dari diskusi ini, muncul saran untuk menetapkan periode jeda bagi operator tak berlisensi sebelum mereka menerima lisensi resmi di Austria. Usulan ini, yang paling banyak didukung oleh SPÖ melalui Kementerian Keuangan, mengusulkan agar perusahaan yang telah melanggar hukum perjudian dalam lima tahun terakhir harus menunggu antara 24 hingga 36 bulan sebelum kembali ke pasar. Langkah ini bisa berdampak besar bagi perusahaan lisensi asing yang ingin beroperasi di Austria. “Pasar gelap tak mengindahkan hal ini,” ungkap sebuah sumber. “Mereka tak berencana untuk memohon lisensi.” Namun, ada ketidaksepahaman di dalam SPÖ dan di antara para negosiator terkait keperluan kebijakan ini.

Berbagai Reaksi Mendukung dan Menentang

Entitas seperti Casinos Austria yang dominan di sektor kasino fisik mendukung ide ini. “Tidak masuk akal jika Anda beroperasi secara ilegal satu hari dan mendapatkan lisensi keesokan harinya,” kata seorang juru bicara. Admiral, anak perusahaan Novomatic, juga setuju bahwa masa peralihan perlu diterapkan. “Operator milik negara telah menunjukkan dedikasi selama ini,” ujar Monika Racek, CEO Admiral Casinos & Entertainment. Namun, Asosiasi Taruhan dan Permainan Austria (OWVG) menyatakan bahwa penundaan lisensi untuk operator abu-abu dapat menghambat upaya pemerintah untuk memperkuat regulasi pasar. “Jeda waktu ini bisa menjadi penghalang reformasi,” tutur presiden OWVG.

Isu Klaim Pemain dan Batas Taruhan

Para pengacara yang menangani klaim pemain khawatir kebijakan ini akan memperlambat penyelesaian sengketa hukum terkait tuntutan pemain. Salinan perundangan yang bocor pada Mei lalu mengungkapkan bahwa pembayaran klaim pemain dan pajak yang belum dibayar merupakan syarat bagi operator untuk masuk pasar. Selain itu, proposal batas taruhan maksimum €2 dan batas kemenangan per permainan €2.000 memicu perdebatan. Meskipun kesepakatan awal sudah tercapai, Partai Sosial Demokrat menekankan pentingnya batasan ini untuk melindungi pemain. Walaupun banyak ketidakpastian, garis waktu penerapan mulai terbentuk. Pemerintah menargetkan finalisasi draf undang-undang sebelum libur musim panas, disusul pemberitahuan ke Uni Eropa selama tiga bulan, dan diharapkan undang-undang berlaku musim gugur nanti.