Sunday, August 9, 2026
Analisis Keterbatasan dan Peluang di Aplikasi IR Jepang Tahap Kedua 2027
Pariwisata

Analisis Keterbatasan dan Peluang di Aplikasi IR Jepang Tahap Kedua 2027

· 2 mnt baca

Jepang telah menetapkan periode aplikasi baru untuk resor terpadu (IR) yang dijadwalkan pada tahun 2027. Meski awalnya diharapkan banyak minat, kenyataannya animo investor lebih sedikit dibandingkan dengan gelombang pertama. Beberapa daerah tampaknya juga belum bersemangat untuk terlibat sepenuhnya.

Penjadwalan dan Kuota Lisensi Pengajuan akan dibuka mulai 6 Mei 2027 hingga 5 November 2027, dengan dua lisensi kasino yang masih tersisa. Saat ini, hanya proyek MGM Osaka yang mendapatkan lampu hijau, dengan biaya JPY1.51 triliun dan rencana pembukaan pada 2030. Hal ini menunjukkan tantangan besar dalam proses liberalisasi bagi para investor.

Tantangan bagi Investasi

Salah satu kendala utama adalah lokasi potensial IR yang bisa berada di kota-kota yang bukan pusat utama seperti Tokyo, mengakibatkan kekhawatiran tentang daya tarik pasar dan kebutuhan investasi non-perjudian yang signifikan di lokasi tersebut.

Kekhawatiran Pemerintah Daerah

Dengan waktu kurang dari satu tahun sebelum aplikasi dimulai, hanya sedikit pemerintah daerah yang menunjukkan keinginan untuk menjadi lokasi IR. Mike Tanji, seorang konsultan berpengalaman, menyatakan bahwa persiapan substansial harus dimulai sebelum September 2026 untuk menyelesaikan segala persyaratan yang diperlukan tepat waktu.

Langkah Inisiatif dari Aichi dan Hokkaido

Sejauh ini, hanya Aichi dan Hokkaido yang secara terbuka menyatakan minat. Aichi telah membuka permohonan proposal, sementara Hokkaido menerbitkan kerangka kebijakan IR tanpa komitmen resmi. Hal ini memberikan sedikit pilihan bagi investor untuk mempertimbangkan lokasi lain.

Skala Regional dan Politik

Toru Mihara, seorang akademisi Jepang, menyoroti persoalan pembangunan resor di area regional sambil memenuhi persyaratan minimum fasilitas non-perjudian seperti ruang MICE dan hotel. Memenuhi standar ini bisa menjadi tantangan di lokasi pedesaan. Namun, jika persyaratan ini diberi kelonggaran, mungkin minat investor akan meningkat.

Kesimpulan Akhir

Proses perizinan resor terpadu di Jepang memerlukan persiapan menyeluruh dari pemerintah lokal dan mitra bisnis. Dengan waktu yang ketat dan minat daerah yang terbatas, investor harus siap menghadapi tantangan untuk memanfaatkan kesempatan ini. Tetapi, fleksibilitas dalam kebijakan mungkin membuka peluang lebih luas untuk investasi kreatif dan beragam.